Silver Bird's share plunge is said to be a result of improper accounting of an amount totalling RM111.5 million.
TH’s investment in Lityan Holding Bhd is also facing problems.
harakahdaily.net/
Sunday, March 21, 2010
Wednesday, March 10, 2010
Kitab Doa dan Perubatan Islam
Untuk Mendownload, Sila Klik Pada Gambar Kitab Yang Diingini &
Anda Akan Dibawa Ke Laman Download.
kitabislamikpercuma.weebly.com/
Kitab Doa Perubatan Islam Ahlus Sunnah
Cinta Illahi dalam Doa-Doa Ahlul Bayt
"Cinta kepada Allah bagaikan api yang membakar semua yang dilewatinya, dan bagaikan Cahaya Allah yang menerangi semua yang tampak."
(Bihar al-Anwar, 70:23)
"Bukti cinta kepada Allah ialah qalbu senantiasa mengingat-Nya, dan bukti ketidakcintaan kepada Allah ialah qalbu tidak senantiasa mengingat-Nya."
Sumber: www.goodreads.com/
Doa
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
Wahai Yang Memasukkan malam pada siang dan memasukkan siang pada malam, Yang Mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, wahai Yang Memberi rejeki orang yang dikehendaki tanpa perhitungan. Ya Allah, wahai Yang Maha Pengasih; Ya Allah, wahai Yang Maha Penyayang. Ya Allah, ya Allah, ya Allah, milik-Mu semua asmaul husna, perumpamaan yang tinggi, semua keagungan dan kenikmatan.
Aku memohon kepada-Mu
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad
Jadikan namaku malam ini tergolong kepada orang-orang yang bahagia
ruhku bersama para syuhada’
kebaikanku berada di tempat yang mulia
kesalahanku diampuni
Anugerahkan kepadaku
keyakinan yang membahagiakan hatiku
keimanan yang menghilangkan keraguan dariku
Jadikan aku ridha pada apa yang telah Kau bagikan padaku
Berikan padaku kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat
Selamatkan aku dari siksa neraka yang membakar
Anugerahkan kepadaku kemapuan untuk berzikir dan bersyukur kepada-Mu
Karuniakan padaku kecintaan kepada-Mu
Berikan kepadaku kesadaran untuk kembali kepada-Mu
Bimbinglah aku seperti Engkau membimbing Muhammad dan keluarga Muhammad
(salam atas mereka).
(Mafâtihul Jinân: bab 2, pasal 3)
Sumber: amkj.blogspot.com/
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
Wahai Yang Memasukkan malam pada siang dan memasukkan siang pada malam, Yang Mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, wahai Yang Memberi rejeki orang yang dikehendaki tanpa perhitungan. Ya Allah, wahai Yang Maha Pengasih; Ya Allah, wahai Yang Maha Penyayang. Ya Allah, ya Allah, ya Allah, milik-Mu semua asmaul husna, perumpamaan yang tinggi, semua keagungan dan kenikmatan.
Aku memohon kepada-Mu
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad
Jadikan namaku malam ini tergolong kepada orang-orang yang bahagia
ruhku bersama para syuhada’
kebaikanku berada di tempat yang mulia
kesalahanku diampuni
Anugerahkan kepadaku
keyakinan yang membahagiakan hatiku
keimanan yang menghilangkan keraguan dariku
Jadikan aku ridha pada apa yang telah Kau bagikan padaku
Berikan padaku kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat
Selamatkan aku dari siksa neraka yang membakar
Anugerahkan kepadaku kemapuan untuk berzikir dan bersyukur kepada-Mu
Karuniakan padaku kecintaan kepada-Mu
Berikan kepadaku kesadaran untuk kembali kepada-Mu
Bimbinglah aku seperti Engkau membimbing Muhammad dan keluarga Muhammad
(salam atas mereka).
(Mafâtihul Jinân: bab 2, pasal 3)
Sumber: amkj.blogspot.com/
Tuesday, March 2, 2010
" Malaikat Berhaji untukmu setiap Tahun "
Al-‘Allamh berkata dalam kitab Minhaj al-Yaqin, bab “ Keutamaan Maulana Amirul Mukminin (Imam Ali a.s), dgn sanadnya yg sampai kepada ‘Abdullah bin Mubarak’.
Aku adalah seorang yg sangat suka melaksanakan ibadah haji, bahkan setiap tahun aku selalu pergi haji. Pernah pada suatu hari, seperti biasanya setiap kali aku akan melaksanakan ibadah haji, aku mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan haji. Aku pergi kepasar unta dgn membawa uang, sebanyak lima ratus dinar untuk membeli seekor unta untuk kendaraan haji. Ternyata uang kubawa tidak cukup untuk membeli seekor unta. Maka, aku pulang kembali ke rumah.
Namun dipertengahan jalan aku melihat seorang wanita sedang berdiri ditempat sampah. Dia mengambil seekor bangkai ayam dan membersihkan bulu-bulunya tanpa menyadari kehadiranku didekatnya.
Aku menghampirinya dan berkata kepadanya, “ Mengapa engkau melakukan hal ini wahai hamba Allah?"
Dia menjawab, ” Tinggalkan aku dan urusi saja keperluanmu ! ”
Aku berkata, “ Demi Allah, beritahukanlah kepadaku, keadaanmu yang sebenarnya!”
Dia berkata, “ Baik akan kukatakan keadaanku yang sebenarnya karena engkau telah memaksaku dengan bersumpah atas nama Allah. Ketahuilah ! Sesungguhnya aku seorang wanita ‘Alawiyyah (keturunan Nabi saww) aku mempunyai tiga orang anak yang masih kecil, sedangkan suamiku telah meninggal dunia. Sudah tiga hari ini aku dan ketiga anakku belum makan apa-apa. Aku sudah berusaha mencari sesuap makanan kemana-mana demi ketiga anakku, namun aku tidak mendapatkannya, selain bangkai ayam ini. Maka aku akan memasak bangkai ayam ini untuk mereka karena ia halal untuk kami(darurat)."
Ketika aku mendengar apa yang dia katakan, sungguh bulu kudukku langsung berdiri tegak, hatiku terasa tersayat-sayat. Aku berkata dalam hati,’Wahai ibn Mubarak, haji mana yg lebih agung dari pada ini(yakni menolong wanita Alawiyah ini)?’
Kemudian aku berkata kepada wanita itu, “ Wahai wanita Alawiyyah, sesungguhnya bangkai ayam ini telah diharamkan untukmu. Bukalah bungkusanmu, aku ingin memberimu sedikit pemberian, lalu dia mengeluarkan sebuah bungkusan dan akupun menumpahkan semua uang dinarku kedalam bungkusan itu.
Wanita itu langsung berdiri dengan tergesa-gesa karena bahagia dan dia mendoakan untukku. Kemudian aku pulang kerumah, sementara keinginanku untuk pergi haji sudah pupus. Lalu aku menyibukkan diri dgn beristigfar dan beribadah kepada Allah. Kafilah hajipun mulai berangkat ke Baitullah.
Ketika jamaah haji mulai berdatangan dari Mekkah, aku keluar dari rumah untuk menyambut mereka. Aku menyalami mereka satu-persatu. Tetapi anehnya setiap kali aku menyalami seorang dari mereka, dia selalu mengatakan, ‘ Wahai Ibn Mubarak, bukankah engkau melaksanakan haji bersama kami? Bukankah aku menyaksikanmu ditempat anu dan anu?’
Aku terheran-heran mendengar perkataan mereka. Kemudian setelah aku pulang kerumah dan aku tidur pada malam harinya, aku melihat Rosulullah saww dalam tidurku. Beliau berkata kepadaku, ’Wahai ibn Mubarak, engkau telah memberikan uang dinar kepada salah seorang wanita keturunanku. Engkau telah melapangkan kesusahannya dan engkau juga telah memperbaiki keadaannya dan anak-anak yatimnya. Maka, Allah telah mengutus malaikat dalam rupamu. Malaikat itu berhaji untukmu dalam setiap tahun, dan pahala haji itu untukmu sampai Hari kiamat.’ Akupun kemudian terbangun dari tidurku. Aku bersyukur kepada Allah dengan memuji-Nya atas karunia-Nya yang besar yang telah dianugrahkan-Nya kepadaku.
Ar-Rawandi berkata, ” Sungguh.., aku mendengar dari banyak ahli hadist yang mengatakan, ’ Banyak jamaah Haji setiap tahunnya menyaksikan Ibn Mubarak di Mekkah berhaji bersama bersama jamaah haji lainnya, padahal dia sendiri tinggal di Irak.”
http://www.facebook.com/
Aku adalah seorang yg sangat suka melaksanakan ibadah haji, bahkan setiap tahun aku selalu pergi haji. Pernah pada suatu hari, seperti biasanya setiap kali aku akan melaksanakan ibadah haji, aku mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan haji. Aku pergi kepasar unta dgn membawa uang, sebanyak lima ratus dinar untuk membeli seekor unta untuk kendaraan haji. Ternyata uang kubawa tidak cukup untuk membeli seekor unta. Maka, aku pulang kembali ke rumah.
Namun dipertengahan jalan aku melihat seorang wanita sedang berdiri ditempat sampah. Dia mengambil seekor bangkai ayam dan membersihkan bulu-bulunya tanpa menyadari kehadiranku didekatnya.
Aku menghampirinya dan berkata kepadanya, “ Mengapa engkau melakukan hal ini wahai hamba Allah?"
Dia menjawab, ” Tinggalkan aku dan urusi saja keperluanmu ! ”
Aku berkata, “ Demi Allah, beritahukanlah kepadaku, keadaanmu yang sebenarnya!”
Dia berkata, “ Baik akan kukatakan keadaanku yang sebenarnya karena engkau telah memaksaku dengan bersumpah atas nama Allah. Ketahuilah ! Sesungguhnya aku seorang wanita ‘Alawiyyah (keturunan Nabi saww) aku mempunyai tiga orang anak yang masih kecil, sedangkan suamiku telah meninggal dunia. Sudah tiga hari ini aku dan ketiga anakku belum makan apa-apa. Aku sudah berusaha mencari sesuap makanan kemana-mana demi ketiga anakku, namun aku tidak mendapatkannya, selain bangkai ayam ini. Maka aku akan memasak bangkai ayam ini untuk mereka karena ia halal untuk kami(darurat)."
Ketika aku mendengar apa yang dia katakan, sungguh bulu kudukku langsung berdiri tegak, hatiku terasa tersayat-sayat. Aku berkata dalam hati,’Wahai ibn Mubarak, haji mana yg lebih agung dari pada ini(yakni menolong wanita Alawiyah ini)?’
Kemudian aku berkata kepada wanita itu, “ Wahai wanita Alawiyyah, sesungguhnya bangkai ayam ini telah diharamkan untukmu. Bukalah bungkusanmu, aku ingin memberimu sedikit pemberian, lalu dia mengeluarkan sebuah bungkusan dan akupun menumpahkan semua uang dinarku kedalam bungkusan itu.
Wanita itu langsung berdiri dengan tergesa-gesa karena bahagia dan dia mendoakan untukku. Kemudian aku pulang kerumah, sementara keinginanku untuk pergi haji sudah pupus. Lalu aku menyibukkan diri dgn beristigfar dan beribadah kepada Allah. Kafilah hajipun mulai berangkat ke Baitullah.
Ketika jamaah haji mulai berdatangan dari Mekkah, aku keluar dari rumah untuk menyambut mereka. Aku menyalami mereka satu-persatu. Tetapi anehnya setiap kali aku menyalami seorang dari mereka, dia selalu mengatakan, ‘ Wahai Ibn Mubarak, bukankah engkau melaksanakan haji bersama kami? Bukankah aku menyaksikanmu ditempat anu dan anu?’
Aku terheran-heran mendengar perkataan mereka. Kemudian setelah aku pulang kerumah dan aku tidur pada malam harinya, aku melihat Rosulullah saww dalam tidurku. Beliau berkata kepadaku, ’Wahai ibn Mubarak, engkau telah memberikan uang dinar kepada salah seorang wanita keturunanku. Engkau telah melapangkan kesusahannya dan engkau juga telah memperbaiki keadaannya dan anak-anak yatimnya. Maka, Allah telah mengutus malaikat dalam rupamu. Malaikat itu berhaji untukmu dalam setiap tahun, dan pahala haji itu untukmu sampai Hari kiamat.’ Akupun kemudian terbangun dari tidurku. Aku bersyukur kepada Allah dengan memuji-Nya atas karunia-Nya yang besar yang telah dianugrahkan-Nya kepadaku.
Ar-Rawandi berkata, ” Sungguh.., aku mendengar dari banyak ahli hadist yang mengatakan, ’ Banyak jamaah Haji setiap tahunnya menyaksikan Ibn Mubarak di Mekkah berhaji bersama bersama jamaah haji lainnya, padahal dia sendiri tinggal di Irak.”
http://www.facebook.com/
Subscribe to:
Posts (Atom)



