Fakih agung Islam, Syekh Ali, penulis kitab Durre Mantsur menulis, "Saya berniat berangkat dari Isfahan untuk mengunjungi Baitullah di Mekah. Saya tidak memiliki wang. Saya juga tidak ingin bercerita kepada sesiapa pun. Pada akhirnya, saya berkata pada diri saya sendiri bahawa saya harus menjual buku-buku saya untuk mengumpulkan wang supaya saya mampu menunaikan fardhu haji. Maka saya mulai menjual buku-buku saya secara sembunyi-sembunyi. Hari berikutnya, di pagi hari ada orang yang mengetuk pintu rumah saya. Dia adalah seorang pembantu harem Syah Abbad. Dia bertanya, "Apakah anda yang bernama Syekh Ali?" "Ya," jawab saya. Dia bertanya, "Apakah anda berniat untuk menjual buku-buku anda?" (Padahal masalah ini tiada siapa yang mengetahuinya. Syekh Ali berkata, "Aku tidak akan menjawab hingga engkau beritahu aku darimana engkau mengetahui hal ini?"
Dia menjawab, "Tuan, aku adalah budak dari Khanam Zainab Begum, puteri dari Syah Tahmasp. Dia memanggilku dan bertanya, 'Apakah kita di Isfahan memeiliki seseorang ulama yang bernama Syekh Ali keturunan dari Syekh Zainuddin?' Aku menjawab, 'Ya.' Zainab Begum berkata, 'Tadi malam, aku melihat Syah Tahmasp di dalam mimpiku. Dia menegurku dan berkata kepadaku, "Wahai Zainab Begum! Apakah semua keluarga Syah Abbad telah meninggal? Seorang ulama besar, Syekh Ali, harus menjual buku-bukunya! Apakah engkau juga sudah wafat?"
"Akhirnya pada pagi hari ini, Khanam Zainab Begum meminta aku untuk melakukan pencarian. Kerana itu aku datang ke sini, ke rumahmu untuk memastikan apakah anda di sini."
Beliau menjawab, "Ya, aku adalah Syekh Ali. Aku juga berniat untuk beribadah haji, tetapi aku tidak memiliki wang dan itu hanya bisa didapatkan dengan menjual buku-buku ini."
Showing posts with label Cerita Haji. Show all posts
Showing posts with label Cerita Haji. Show all posts
Wednesday, December 21, 2011
Saturday, November 27, 2010
Tak Melihat Meski Istri Berdiri di Sampingnya
... Saya jadi teringat seorang ustad mengatakan dalam acara pelepasan haji. Ada empat hal yang harus dipahami betul oleh para jamaah, yaitu Jangan marah, jangan bertengkar (suami istri), jangan sombong dan jangan menyalahkan ., karena akan berakibat langsung. Rupanya suamiku ada kaitannya dengan itu.
seterusnya di: suaramerdeka.com
- Cerita Haji Sebelumnya:
- Sakit Tak Kunjung Sembuh, Batal Berangkat Haji
- Becak Itu Mengantarkannya ke Tanah Suci
- Jika Mampu, Berhajilah Selagi Muda
- Ikhlas Tolong Jamaah Tersesat, Hingga Tertidur di Sofa
- Digelandang ke Polisi di Masjid Nabawi
- Setelah Salat Tobat, Sembuhlah Sang Ibu Tua
- Berbekal "Topi" Handuk Basah
- Subhanallah, Berfoto di Bekas Maktab Orang Tua
- Jadi Pengawal dan Tukang Menawar
- Inikah Berkah dari Kesabaran?
seterusnya di: suaramerdeka.com
Subscribe to:
Posts (Atom)


